Menghindari riya adalah perbuatan yang sangat penting dalam agama Islam. Riya secara bahasa berarti “memperlihatkan” atau “menampakkan”, sedangkan dalam istilah agama, riya berarti melakukan suatu perbuatan baik dengan tujuan untuk mendapatkan pujian atau pengakuan dari orang lain. Perbuatan riya sangat dilarang dalam Islam, karena dapat merusak keikhlasan dan pahala amal ibadah seseorang.
Dalam sejarah Islam, banyak sekali kisah dan peristiwa yang menunjukkan bahaya dari perbuatan riya. Salah satu contohnya adalah kisah tentang seorang sahabat Nabi Muhammad SAW bernama Abdullah bin Ubay. Abdullah bin Ubay adalah seorang munafik yang selalu berusaha menunjukkan kebaikannya di hadapan orang lain, padahal hatinya penuh dengan kebencian dan iri dengki. Akibat perbuatan riyanya, Abdullah bin Ubay tidak mendapatkan pahala dari amal ibadahnya, bahkan ia justru mendapat laknat dari Allah SWT.
Ada banyak manfaat yang bisa kita peroleh jika kita menghindari perbuatan riya. Berikut ini adalah beberapa manfaatnya:
- Mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Amal ibadah yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT akan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda. Sebaliknya, amal ibadah yang dilakukan dengan tujuan riya tidak akan mendapatkan pahala apa-apa, bahkan bisa jadi justru mendapat dosa.
- Terhindar dari sifat sombong dan ujub. Orang yang terbiasa melakukan riya biasanya memiliki sifat sombong dan ujub, karena mereka merasa lebih baik dari orang lain. Sebaliknya, orang yang menghindari riya akan terhindar dari sifat-sifat tercela tersebut.
- Mendapatkan ketenangan hati. Orang yang terbiasa melakukan riya biasanya selalu merasa gelisah dan tidak tenang, karena mereka selalu khawatir akan penilaian orang lain. Sebaliknya, orang yang menghindari riya akan mendapatkan ketenangan hati, karena mereka hanya fokus pada ibadah kepada Allah SWT.
- Dicintai oleh Allah SWT. Orang yang menghindari riya akan dicintai oleh Allah SWT, karena mereka adalah orang-orang yang ikhlas dan jujur. Sebaliknya, orang yang terbiasa melakukan riya akan dibenci oleh Allah SWT, karena mereka adalah orang-orang yang munafik.
- Mendapatkan keberkahan dalam hidup. Orang yang menghindari riya akan mendapatkan keberkahan dalam hidup mereka, baik di dunia maupun di akhirat. Sebaliknya, orang yang terbiasa melakukan riya akan mengalami kesulitan dan kesengsaraan dalam hidup mereka.
- Terhindar dari azab Allah SWT. Orang yang menghindari riya akan terhindar dari azab Allah SWT di akhirat kelak. Sebaliknya, orang yang terbiasa melakukan riya akan mendapatkan azab Allah SWT di akhirat kelak.
- Menjadi teladan yang baik bagi orang lain. Orang yang menghindari riya akan menjadi teladan yang baik bagi orang lain, karena mereka adalah orang-orang yang ikhlas dan jujur. Sebaliknya, orang yang terbiasa melakukan riya akan menjadi teladan yang buruk bagi orang lain, karena mereka adalah orang-orang yang munafik.
- Mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW. Orang yang menghindari riya akan mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW di akhirat kelak. Sebaliknya, orang yang terbiasa melakukan riya tidak akan mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW di akhirat kelak.
Manfaat menghindari riya | Penjelasan |
---|---|
Mendapatkan pahala yang berlipat ganda | Amal ibadah yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT akan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda. Sebaliknya, amal ibadah yang dilakukan dengan tujuan riya tidak akan mendapatkan pahala apa-apa, bahkan bisa jadi justru mendapat dosa. |
Terhindar dari sifat sombong dan ujub | Orang yang terbiasa melakukan riya biasanya memiliki sifat sombong dan ujub, karena mereka merasa lebih baik dari orang lain. Sebaliknya, orang yang menghindari riya akan terhindar dari sifat-sifat tercela tersebut. |
Mendapatkan ketenangan hati | Orang yang terbiasa melakukan riya biasanya selalu merasa gelisah dan tidak tenang, karena mereka selalu khawatir akan penilaian orang lain. Sebaliknya, orang yang menghindari riya akan mendapatkan ketenangan hati, karena mereka hanya fokus pada ibadah kepada Allah SWT. |
Dicintai oleh Allah SWT | Orang yang menghindari riya akan dicintai oleh Allah SWT, karena mereka adalah orang-orang yang ikhlas dan jujur. Sebaliknya, orang yang terbiasa melakukan riya akan dibenci oleh Allah SWT, karena mereka adalah orang-orang yang munafik. |
Mendapatkan keberkahan dalam hidup | Orang yang menghindari riya akan mendapatkan keberkahan dalam hidup mereka, baik di dunia maupun di akhirat. Sebaliknya, orang yang terbiasa melakukan riya akan mengalami kesulitan dan kesengsaraan dalam hidup mereka. |
Terhindar dari azab Allah SWT | Orang yang menghindari riya akan terhindar dari azab Allah SWT di akhirat kelak. Sebaliknya, orang yang terbiasa melakukan riya akan mendapatkan azab Allah SWT di akhirat kelak. |
Menjadi teladan yang baik bagi orang lain | Orang yang menghindari riya akan menjadi teladan yang baik bagi orang lain, karena mereka adalah orang-orang yang ikhlas dan jujur. Sebaliknya, orang yang terbiasa melakukan riya akan menjadi teladan yang buruk bagi orang lain, karena mereka adalah orang-orang yang munafik. |
Mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW | Orang yang menghindari riya akan mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW di akhirat kelak. Sebaliknya, orang yang terbiasa melakukan riya tidak akan mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW di akhirat kelak. |
Menghindari sifat riya atau pamer dalam beribadah sangat penting karena dapat merusak pahala dan keikhlasan kita. Berikut ini adalah beberapa manfaat menghindari sifat riya:
Pertama, menghindari sifat riya dapat membantu kita mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Ketika kita beribadah hanya karena ingin mendapatkan pujian atau pengakuan dari orang lain, maka pahala yang kita dapatkan akan berkurang. Sebaliknya, jika kita beribadah dengan ikhlas karena Allah SWT, maka pahala yang kita dapatkan akan berlipat ganda.
Kedua, menghindari sifat riya dapat membantu kita terhindar dari sifat sombong dan ujub. Orang yang terbiasa riya biasanya akan merasa lebih baik dan lebih suci dari orang lain. Mereka juga akan cenderung meremehkan orang lain dan merasa bangga dengan amal ibadahnya.
Ketiga, menghindari sifat riya dapat membantu kita mendapatkan ketenangan hati. Orang yang terbiasa riya biasanya akan selalu merasa gelisah dan tidak tenang, karena mereka selalu khawatir akan penilaian orang lain. Sebaliknya, orang yang menghindari sifat riya akan merasa tenang dan damai, karena mereka hanya fokus pada pengabdian kepada Allah SWT.
Keempat, menghindari sifat riya dapat membantu kita dicintai oleh Allah SWT. Allah SWT menyukai orang-orang yang ikhlas dan jujur, bukan orang-orang yang riya dan munafik. Orang yang menghindari sifat riya akan mendapatkan kasih sayang dan ridha dari Allah SWT.
Kelima, menghindari sifat riya dapat membantu kita mendapatkan keberkahan dalam hidup. Keberkahan adalah karunia dari Allah SWT yang membuat hidup kita menjadi lebih baik dan lebih mudah. Orang yang menghindari sifat riya akan mendapatkan keberkahan dalam segala aspek hidupnya, baik di dunia maupun di akhirat.
Keenam, menghindari sifat riya dapat membantu kita terhindar dari azab Allah SWT. Azab Allah SWT adalah siksaan yang pedih yang akan diberikan kepada orang-orang yang berdosa. Orang yang terbiasa riya akan mendapatkan azab Allah SWT di dunia maupun di akhirat.
Salah satu cara menghindari sifat riya adalah dengan selalu fokus pada niat kita dalam beribadah. Niat yang ikhlas dan hanya karena Allah SWT akan membuat kita terhindar dari sifat riya. Selain itu, kita juga harus selalu mengingat bahwa semua amal ibadah kita akan dihisab oleh Allah SWT, sehingga kita tidak perlu mencari pengakuan dari orang lain. Dengan menghindari sifat riya, kita dapat memperoleh banyak manfaat, baik di dunia maupun di akhirat.
Menghindari sifat riya atau pamer dalam beribadah sangat penting karena dapat merusak pahala dan keikhlasan kita. Dengan menghindari sifat riya, kita dapat memperoleh banyak manfaat, baik di dunia maupun di akhirat. Beberapa manfaat tersebut antara lain mendapatkan pahala yang berlipat ganda, terhindar dari sifat sombong dan ujub, mendapatkan ketenangan hati, dicintai oleh Allah SWT, mendapatkan keberkahan dalam hidup, dan terhindar dari azab Allah SWT. Oleh karena itu, marilah kita selalu berusaha menghindari sifat riya dalam beribadah dan fokus pada niat yang ikhlas karena Allah SWT.
Berikut adalah beberapa pertanyaan dan jawaban yang sering diajukan tentang manfaat menghindari sifat riya:
Andi : Apa saja manfaat menghindari sifat riya dalam beribadah?
Dr. Akamsi : Ada banyak manfaat menghindari sifat riya dalam beribadah, di antaranya adalah mendapatkan pahala yang berlipat ganda, terhindar dari sifat sombong dan ujub, mendapatkan ketenangan hati, dicintai oleh Allah SWT, mendapatkan keberkahan dalam hidup, dan terhindar dari azab Allah SWT.
Kira : Bagaimana cara menghindari sifat riya dalam beribadah?
Dr. Akamsi : Salah satu cara menghindari sifat riya dalam beribadah adalah dengan selalu fokus pada niat kita dalam beribadah. Niat yang ikhlas dan hanya karena Allah SWT akan membuat kita terhindar dari sifat riya. Selain itu, kita juga harus selalu mengingat bahwa semua amal ibadah kita akan dihisab oleh Allah SWT, sehingga kita tidak perlu mencari pengakuan dari orang lain.
Via : Apakah ada contoh nyata dari manfaat menghindari sifat riya?
Dr. Akamsi : Salah satu contoh nyata dari manfaat menghindari sifat riya adalah kisah tentang seorang sahabat Nabi Muhammad SAW bernama Abdullah bin Ubay. Abdullah bin Ubay adalah seorang munafik yang selalu berusaha menunjukkan kebaikannya di hadapan orang lain, padahal hatinya penuh dengan kebencian dan iri dengki. Akibat perbuatan riyanya, Abdullah bin Ubay tidak mendapatkan pahala dari amal ibadahnya, bahkan ia justru mendapat laknat dari Allah SWT.
Saskia : Apa saja dampak negatif dari sifat riya dalam beribadah?
Dr. Akamsi : Sifat riya dalam beribadah dapat membawa dampak negatif, di antaranya adalah rusaknya pahala amal ibadah, hilangnya keikhlasan, timbulnya sifat sombong dan ujub, serta dicintai oleh manusia tetapi dibenci oleh Allah SWT.
Bunga : Bagaimana cara mengatasi sifat riya dalam beribadah?
Dr. Akamsi : Ada beberapa cara mengatasi sifat riya dalam beribadah, di antaranya adalah dengan selalu introspeksi diri, memperbanyak membaca Al-Qur’an dan hadits, serta menjauhi lingkungan yang mendorong sifat riya.
Menghindari sifat riya sangat penting karena dapat merusak pahala amal ibadah kita. Dengan menghindari sifat riya, kita dapat memperoleh banyak manfaat, baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, marilah kita selalu berusaha menghindari sifat riya dalam beribadah dan fokus pada niat yang ikhlas karena Allah SWT.